July 16, 2014

Magnet.

Mungkin, kau memang bukan yang pertama.
Namun, tidak menjadi yang pertama bukan berarti kau hadir tanpa arti.
Sebaliknya, sungguh sangat berarti.

Begitu banyak perbedaan diantara kita, yang terus saja tarik-menarik bagai magnet.
Terkadang, aku lelah. Aku pun tahu kau juga merasakan hal yang sama.
Namun, lelah bukanlah akhir. Akhirku adalah bahagia, ketika dengan mudahnya aku dibuat tersenyum oleh kehadiranmu. Pertengkaran demi pertengkaran datang, menguatkan juga menggoyahkan, terkadang.
Ya, begitulah.
Meski orang berkata proses adalah yang terpenting, tetap saja aku setia menunggu akhir; akhir dambaan yang membahagiakan. Tidakkah kau sadar, lanangku yang terkasih, diujung setiap pertengkaran, selalu ada hal-hal menguatkan yang kita dapatkan?
Lagipula, pertunjukan tarik-menarik magnet tidaklah membosankan. Sebaliknya, justru sangat menarik. Bagaimana kau bisa terpesona pada dua magnet kutub sama yang spontan saja tolak-menolak (tak dapat bertemu) ketika didekatkan, ketika kau dapat melihat dua magnet kutub berbeda yang "bertarung" dan tarik-menarik ketika didekatkan?
Buatku, kekakuan dua magnet yang spontan saling menolak satu sama lain ketika didekatkan bukanlah hal yang cukup menarik untuk diperhatikan.
Mereka memiliki akhir statis yang telah dapat diprediksi.

Glad to be your magnet pair, Yoy.

Bandung, 11:47 p.m.

December 31, 2013

Last in 2013.

31 Desember. Hari ini hari terakhir di tahun 2013.
Tahun ini tahun yang penuh makna, setidaknya untukku.
Dan mengenal kamu adalah satu dari banyak hal yang bermakna itu.
Dan aku bersyukur untuk itu semua.
Tuhan begitu baik..
Mudah-mudahan, di 2014, sama seperti harapanku yang tidak pernah berubah: the better me, the better you, the better us.

Happy New Year's Eve, Yoseph Samuel.
Aku sayang kamu.

September 5, 2013

Everything has changed.

You absolutely know that this is for you.
And that's all enough.





August 13, 2013

Payung Teduh yang meneduhkan..

Kita adalah
Sisa-Sisa Keikhlasan Yang Tak
Diikhlaskan

Kita tak semestinya berpijak
diantara
Ragu yang tak berbatas
Seperti berdiri ditengah
kehampaan
Mencoba untuk membuat
pertemuan cinta
Ketika surya tenggelam
Bersama kisah yang tak
terungkapkan
Mungkin bukan waktunya
Berbagi pada nestapa
Atau mungkin kita yang tidak
kunjung siap
Kita pernah mencoba berjuang
Berjuang terlepas dari
kehampaan ini
Meski hanyalah dua cinta
Yang tak tahu entah akan
dibawa kemana
Kita adalah sisa-sisa
keikhlasan
Yang tak diikhlaskan
Bertiup tak berarah
Berarah ke ketiadaan
Akankah bisa bertemu
Kelak didalam perjumpaan
abadi

August 2, 2013

Malam dan pantai

Malam kemarin, ya,
malam pertama di bulan Agustus tahun ini,
kuhabiskan sejenak dengan memperhatikan hamparan lampu yang bersinar indah di kejauhan sana; ditengah laut.
Pantai ini tidak begitu indah, sesungguhnya.
Pasirnya tidak seputih pantai-pantai lain yang pernah aku kunjungi sebelumnya. Ombaknya biasa saja.
Lama sekali rasanya sejak terakhir kali aku berhadapan langsung dengan pantai seperti malam kemarin.
Karena itulah, meski tidak seindah pantai lainnya, tetap saja aku terpesona dibuatnya.
Hanya sejenak. Namun,
debur ombak yang tidak terlalu besar, bau pasir basah yang khas, kegelapan malam yang diterangi oleh lampu-lampu kapal di kejauhan, percakapan segelintir orang, angin yang menyentuh lembut...
Oh, aku terpesona.
Semuanya begitu menenangkan.

Well, telah cukupkah ceritaku mempesonamu juga?

Aston Marina, 2nd of August, 00:36.